Bismillahirrahmanirrahim.
ba’da tahmid wassholawat
Bagi orang dewasa normal adalah suatu hal yang biasa untuk suka atau cinta kepada lawan jenisnya; antara seorang ikhwan kepada seorang akhwat atau antara seorang ikhwan ke beberapa orang akhwat (he..he..he..). Itu mah masih normal, yang ‘gak normal cinta antara seorang ikhwan kepada seorang ikhwan atau sebaliknya akhwat cinta sama akhwat (lesbi).Lha… koq bisa.. nanti ada kisah kaum Nabi Luth episode 2 dong… Cinta memang dahsyat, cinta bisa melanda siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Cinta bisa membuat orang yang lemah menjadi kuat, sebaliknya cinta juga bisa membuat orang kuat menjadi lemah yang hanya tunduk pada nafsu cinta saja. Bahkan seorang Hitler “Sang Diktator” terkejam & penakluk Eropa pada perang dunia II tetap saja dihadapan seorang wanita bernama EvA Brown bersikap lemah. Mungkin Anda juga tahu Napoleon Bonaparte “Singa Daratan Eropa”, pasukan Kavaleri berkuda pimpinannya ditakuti oleh orang-orang Eropa, Ealah.. ternyata dia bersikap patuh pada seorang wanita bernama Josephine. Nurut gitu lho… Wah memang kalau bicara yang namanya cinta tidak ada habisnya. Sejarah telah mencatat bahwa pembunuhan pertama di dunia ini terjadi karena adanya rasa cinta yang bercampur dengan rasa cemburu. Bahkan Qabil tega sekali membunuh saudaranya Habil atas nama cinta (cemburu). Yah begitulah cinta.. cinta kadang bisa membuat orang menjadi mulia tapi bisa juga terhina bahkan lebih hina daripada binatang-binatang ternak.
Mengutif pendapat ustadz Wahyu, bahwa cinta itu adalah FITRAH sekaligus juga UJIAN. Cinta bersifat FITRAH karena sejak dari awalnya ‘rasa’ ini telah Allah ciptakan untuk setiap mahluknya di dunia, dengan begitu keberlangsungan mahluk-Nya tetap eksis. Cinta juga bersifat UJIAN dan sebenarnya cinta itu bukan perkara dosa. Bahasanya seorang ustadz. ‘Gak mukallaf, jadi gak bisa dilekati hukum’, Yang bisa dikatakan dosa adalah ketika perasaan itu diekspresikan dengan cara yang tidak dikehendaki-Nya.(kalimat ini saya kutip dari saudari Jaziemah Al-Muhyi, penulis terkenal dari FLP). Cinta yang gak boleh contohnya cinta antara ikhwan dan akhwat yang didasari nafsu tanpa melalui jalan yang syar’i, cinta ini jelas terlarang. Namun nilainya akan berbeda manakala disalurkan sesuai aturan-Nya yaitu NIKAH. Sungguh beruntung orang yang sudah menikah karena Selain di dalamnya terdapat hal-hal yang ‘menyenangkan’ juga terdapat nilai ibadah. Bahkan (maaf) ‘bergaul’ dengan istri itu ibadah, istri melayani suami, menyiapkan sarapan, mencuci pakaian suami itu semua bernilai ibadah. Sementara sang suami memandang wajah istri sepuasnya dan membuat istri tersenyum bahagia itu bernilai shodaqoh, suami juga bila menafkahi istri itu ibadah. Pokok’e semua yang kita lakukan terhadap istri dengan ridho karena Allah maka akan bernilai ibadah. Insya Allah!
By The way busway..
Tidakkah kita prihatin dengan kondisi anak muda sekarang ? Dimana saat ini pacaran sudah menjadi budaya, narkoba dan Freesex menjadi gaya hidup, dan tawuran sudah menjadi tren, sementara baju-baju yang mengumbar aurat sudah jadi mode. Gaya hedonis dan materialistik sudah jadi pilihan hidup, tengoklah kehidupan anak muda sekarang, mereka lebih banyak yang pergi ke bioskop ataupun nongkrong di mal-mal daripada pergi ke majelis taklim, mereka lebih senang membaca majalah atau koran-koran yang jahil daripada membaca dan mengkaji kitab suci Al-Qur’an, mereka lebih bangga mengikuti gaya hidup orang-orang kafir daripada mengikuti perilaku dan sunah-sunah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Mereka lebih mengidolakan tokoh-tokoh atau filosof-filosof seperti Bapak “Nenek Moyang Bangsa Kera” Charles Darwin, Bapak Ateis Yunani Kuno Emenuel Khan, fasis, dedengkot materialis modern Karl Marx, Sigmund Freud, Lenin, ataupun ‘hero-hero’ Diktator sosialis seperti Stalin, Hitler dengan ideologi fasis, che guevera, Mao Tse Tung. Sementara itu jarang dari mereka mengidolakan Rasulullah saw, sahabat-sahabat Khullafaur Rasyidin, atau pun para Tabi’it tabi’in, pemimpin yang bijak Umar bin Abdul Aziz, Harun al-Rasid, cendekiawan muslim seperti Aljabar, Ibnu Sina, Ahli Trigonometri Abu Raihan Al-Biruni, penemu Algoritma Ibnu Musa Al-Khawarizmi. Tokoh gerakan ikhwanul muslimin macam Hasan Al-Bana, Said Hawwa, Sayyid Quthb, Al-Imam Mursyid, Abdul Kadir Audah, Hasan Hudaibi de el el.
Sementara itu mereka lebih mengenal selebritis dari Hollywood sampai Bollywood. Dari Johny Deep,Tom Cruise, Russel Crow, Ben Afleck, Jenifer Aniston, Kiera Knightley, Dian Sastro, Luna Maya (Ups, salah, itu mah artis Indon, mas). atawa aktor Bollywood macam Shah Rukh Khan, Sashi Kapor, Amitabhacan, Karinaa Kapoor Salman Khan, Arjun, …, Rani Mukherjee dkk. Dari artis Film Tittanic ‘Kate Winslet’ sampai artis Ti Tasik Itje Trisnawati, bahkan artis pendatang baru Alam Raja Dangdut Punk juga mereka tahu. Sebenarnya tidak ada masalah mengetahui seleb-seleb tersebut yang tidak boleh itu mengikuti gaya hidup mereka yang jauh dari tuntunan Syari’at. (Maaf, saya tidak menuduh Alam, Itje jauh dari tuntunan, namun yang saya maksud hanyalah seleb-seleb barat. OK?).
Bahkan yang paling parah adalah manakala kita lebih men-dewa-dewakan ‘idola-idola’ itu daripada berada dalam naungan Yang Maha Memiliki, Maha Pencipta yaitu Allah swt. Contoh konkret berikut ini bisa jadi terjadi pada saudara-saudara atau tetangga-tetangga kita. Beritanya saya kutip dari satu majalah nasional di Indonesia. dan menurut saya ini adalah peristiwa bodoh yang pernah ada sepanjang sejarah manusia. Peristiwanya belum lama, sekitar bulan Maret tahun ini. Katanye, seorang slanker di Bogor bunuh diri gara-garanya ia nggak mampu beli kaset Slank yang baru. Slank emang ngeluarin album baru. Tau sendiri kalo band asal potlot ini setiap kali ngeluarin album baru, selalu dikejar-kejar ama penggemar fanatiknya. Tapi, halah.., entah nyari sensasi doang atawa gimana tuh bocah, yang pasti dalam surat wasiatnya dia sangat memohon kalo di pusaranya diputerin lagu Slank yang baru. Aduh, geleng-geleng kepala dah kita. Padahal kalo sekedar minta satu biji kaset mah, datengin Bimbim Slank aja pastilah dikasih. Hi… serem dech! Kebayang…Nanti pas ditanya sama Malaikat Munkar Nakir. “Man Robbuka???!!!” nanti jawabannya malah “Ku tak bisa… Jauh… Jauh…(Lirik lagu slank). Wah, Na’udzubillah. Duh.. Don’t try this guys.
Eh, Koq jadi ngelantur ya ceritanya? Maaf..maaf..maaf.. balik ke jalan yang benar lagi, deh. Gak apa-apa ya, namanya juga Hati rasa gado-gado. Jadi becampur geto.. Ada kacang panjang, toge, lontong, tahu, kol, bumbu kacang, gula, garam, wah pokona mah banyak dech yang penting rasa’e ueenaak tenan… maksudnya..Gak, apa- apa ya campur tulisannya dari mulai ngebahas cinta, sejarah, selebritiis, sampe ngebahas orang yang mati konyol. Yang penting tulisannya panjang.
***
Penulis pernah baca suatu hadist yang isinya kurang lebih sebagai berikut. Rasulullah saw bersabda, suatu hari nanti kondisi umat islam bakalan seperti senampan makanan yang sedang dikelilingi oleh para serigala, padahal jumlah mereka banyak namun mereka kayak buih di lautan, mereka punya kelemahan yaitu cinta dunia dan takut mati.
……
Penulis merenung, betapa benar adanya antara ‘ramalan’ hadist tersebut dengan kondisi umat islam saat ini. Di Indonesia meski jumlah umat islam begitu besar bahkan tercatat sebagai yang terbesar di dunia, namun apa pengaruhnya bagi kemashlahatan umat? Ternyata nol besar. Padahal, seandainya umat islam kembali ke jalur yang benar, yaitu menegakkan kembali hukum berdasarkan al-quran dan sunnah rasul, kejayaan islam akan kembali terwujud, panji-panji kemenangan islam akan kembali berkibar. Agama islam sebagai Rahmatal lil ‘alamin’ tentunya bukan hanya sebuah isapan jempol belaka.
Coba tengok sejarah…Bagaimana ketika islam berjaya.
Ketika kehidupan jahiliah melanda negeri jazirah arab, ketika seorang Arab akan merasa hina karena mempunyai seorang bayi wanita, ketika nasib hanya ditentukan oleh anak panah, ketika budaya mabuk-mabukan menjadi solusi permasalahan, judi menjadi kebiasaan, riba menjadi pekerjaan. Bukankah islam datang memberi pencerahan, islam datang menerangi wajah kegelapan jaman jahiliah. Beberapa puluh tahun kemudian islam menjadi sebuah peradaban besar yang maju di segala aspek.
Tahukah? ketika Baghdad disibukkan dengan kegiatan penelitian dalam berbagai bidang seperti ilmu perbintangan, matematika, filosopi, kedokteran. Ternyata Kota London masih berada pada periode jaman Feodal. Maksudnya ketinggalan jaman, Bo!. Kalau Anda pernah maen Games PC yang judulnya “Age of Empire 2”. Pasti anda tahu? Periode-periode jaman yaitu Dark Age, Feudal Age, Castle Age,& Imperial Age. Nah, analoginya begini. Negeri-negeri islam sudah memasuki periode Castle Age dengan bangunan-bangunan bergaya arsitektur, ternyata negeri-negeri eropa masih jamannya periode Feudal Age. Artinya peradabannya ketinggalan jaman beberapa belas tahun! Dan menurut sejarah lagi, kata yang empunya cerita, Negeri-negeri Eropa mengalami kemajuan peradaban setelah mereka berinteraksi dan bertempur habis-habisan melawan kaum muslim di tanah Palestin dalam “Crussade War” (perang Salib). Mereka (Bangsa Eropa) baru nyadar bahwa selama ini, bangsa Muslim yang berada di Timur kerajaan yang mereka anggap bangsa barbar ternyata mempunyai peradaban lebih maju daripada peradabannya sendiri.
Cerita lainnya, Ketika masjid-masjid sudah bermandikan cahaya, dengan bangunan-bangunan gaya arsitektur yang tentunya selain kokoh tetapi sarat dengan makna keindahan ternyata di penjuru bumi lainnya. Kota-kota di eropa masih bergelut dengan cerita-cerita takhayul, kota-kota eropa masih dilanda ketakutan akan kutukan-kutukan penyakit berupa kusta, cacar, herpes dll.
Ketika Taman-taman perpustakaan negeri-negeri islam dipenuhi oleh para mahasiswa yang bergelut mencari ilmu, ketika para cendekiawan-cendekiawan islam sibuk dengan diskusi-diskusi ilmiah tentang kekuasaan Allah dalam bumi, udara, langit dll. Ternyata kerajaan-kerajaan eropa masih disibukkan dengan sistem feodalisme dan kebodohan.
Tetapi sangat disayangkan, ya! Justru peradaban besar, sekarang ternyata milik orang-orang barat, Eropa dan sekutu-sekutunya… Sedih juga… hiks..
Lalu mengapa umat islam sekarang seperti buih di lautan, terhempas kesana kemari, tidak berwibawa, tidak mempunyai kekuatan. Salah satu Jawabannya adalah karena umat islam telah jauh dari tuntunan Al-Qur’an dan sunah. Umat islam lebih mencintai dunia dan takut terhadap mati. Islam hanya dilaksanakan sebagai rutinitas. Islam hanya melaksanakan rukun islam saja, mereka memisahkan antara agama dengan kehidupan bernegara. Kehidupan sekuler, hedonis, materialis telah menjalar ke segala aspek kehidupan. Mereka lebih mengutamakan kebebasan dan HAM di atas kewajiban dirinya terhadap Tuhannya. Padahal bukankah islam telah mengajarkan bahwa setiap aspek kehidupan harus didasarkan pada syari’at. Islam mengatur segala aspek kehidupan, semua tata cara dilakukan berdasarkan Al-quran dan sunnah. Islam memberikan kita tuntunan dari bagaimana cara kita masuk WC sampai pengaturan ideologi pemerintahan, dari kita bangun tidur sampai tidur kembali.
Lalu, gimana dunks?
Nah Lho,
Merujuk pada hadist Nabi SAW. Bahwa kita diwariskan dua perkara oleh beliau, yang apabila kita taat pada dua hal itu maka umat muslim akan selamat di dunia dan akhirat. Tidak hanya selamat, tapi juga akan kembali menata puing-puing keruntuhan umat menuju kembali pada kejayaan islam, seperti yang dijanjikan oleh Allah. Kemenangan islam tinggal tunggu waktu. Janji Allah itu pasti!. Tinggal bagaimana kita sendiri? Apakah kita akan ikut menata kembali kejayaan islam? Atau hanya sebagai penonton saja. Setiap kita tinggal memilih. Apakah kita akan menjadi pemeran-pemeran utama? menjadi seorang figuran? Atau hanya puas menjadi seorang penonton? Tentunya menjadi pemeran utama dunks!
So, mulai sekarang akang-akang, teteh, neng, mas, jeng, mbak, yu ah kita jadi bagian tak terpisahkan dalam membangun kembali puing-puing kejayaan islam. Seperti kata Aa Gym, kalo belum mampu merubah bangsa, ya mulai lah dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai saat ini. Memang kita hanyalah suatu titik. Tapi titik berkumpul dengan titik lainnya berubah menjadi huruf. Huruf bersatu dengan huruf lainnya menjadi kata, kata berkumpul dengan kata lainnya menjadi kalimat. Kalimat-kalimat berkumpul menjadi tulisan, buku. Dll. yang akan merubah, menggugah, dan mengubah persepsi seseorang dan perilaku setiap orang. So tunggu apalagi? Yuk….!
wallahu a’lam