Archive for Artikel Umum

Untukmu yang terbaik, ibunda…

La Tahzan yaa ummi… (jangan bersedih ibunda…). Karena ternyata islam begitu memuliakanmu.

Mengenang kebaikan ibunda bagaikan memutar film terbaik yang tak pernah berakhir. Seperti cerita hikmah yang sangat panjang, terhiasi oleh untaian cinta yang tidak ada putus-putusnya, mengalirkan kasih sepanjang jalan. Episodenya dimulai dengan kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan mengandung. Dalam pandangan Allah pahalanya mungkin setara dengan seorang prajurit yang sedang berpuasa sambil berperang di Jalan Allah swt.

Ketika melahirkan ananda perjuanganmu begitu dahsyat, seperti meregang nyawa antara derita sakitnya neraka. Namun bunda tersenyum bahagia manakala ananda lahir ke dunia dengan selamat. Rasa sakit terhapus berganti bahagia tatkala mendengar jeritan sang bayi. Senyummu terukir, seolah-olah mendapatkan hadiah dari Sang Pemilik Surga.

Beranjak balita ketika ananda menangis, bundalah yang selalu menyediakan pelukan hangat untuk membuatku merasa nyaman. Engkau selalu menyempatkan waktu menemani diriku ketika aku sakit. Dan bukankah engkau juga tidak rela bila ada satu nyamuk yang menggigit tubuhku ketika aku tertidur dalam pulasku, bunda…

Duhai ibunda, karena pengorbananmu yang sangat besar, sampai-sampai Allah membuat aturan yang sempurna dalam firman-Nya. Bagaimana Allah memuliakanmu, menyuruh diri-diri ananda menghormati ibu/orang tua. (Q.S Luqman:14), (Q.S An-Nisa:36), (Q.S Al-Ahqof:15), (Q.S Al-isra 23-24), (Q.S Al-Anam:151). Tidak cukup itu, Rasul pun bersabda bahwa yang pertama-tama harus ananda hormati adalah engkau, ibunda. Bahkan tiga kali beliau sebut engkau, baru kemudian ayahanda. Banyak hadist yang membahas tentangmu ibunda, dan bukankah Rasul pun pernah bersabda dalam satu hadist dengan kalimat kiasan: “Surga berada di telapak kaki ibu”.

Banyak… sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Telah engkau hadirkan ulama-ulama besar seperti Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Bukhari. Masih banyak lagi. Semua terpoles oleh didikan para ibunda sebagai madrasah pertama.

Duhai ibunda…
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, lidah yang pernah terucap kasar hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan ananda menghalangi do’a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda…

Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang menjulang ke angkasa lalu luruh di pangkuanmu, menangis bersimpuh di hadapanmu. Hingga terhapuskan kerinduan hati mengalirkan bulir-bulir bening di sudut mata sebagai tanda pengakuan atas kasih sayangmu.

Duhai ibunda…
Seberat apapun, sebanyak apapun amal ini tak akan mampu imbangi jasa-jasamu. Sel-sel darah yang mengalir di nadiku, irama detak jantungku, desahan setiap nafas, rambut yang terurai di badanku. Semuanya adalah saksi bisu atas kebaikanmu. Semoga semua amal kebaikanmu terhadap ananda jadi pemberat timbangan amal kebaikanmu di akhirat. Ah, begitu indahnya pengorbananmu. Indah… semua indah dalam alunan cintamu, menelisik lorong-lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Duhai ibunda…
Bukalah pintu ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku
Ananda do’akan semoga ibunda tetap jadi wanita yang mulia, jadi wanita yang bertakwa, dan selalu menjalankan perintah agama agar kelak menjadi bidadari-bidadari penghuni surga. Amin…
Untukmu yang terbaik, ibunda…
Wallahu a’lam

Kenzi Al-Khalid

Leave a comment »

Yu ah menulis…

Bismillahirrahmanirrahim
ba’da tahmid wassholawat.
Berapa umur Anda sekarang? Ayo hitung lagi… lihat di KTP tahun berapa kita lahir? Setelah kita mengetahui umur biologis/KTP, sekarang coba kita hitung berapa umur ma’nawi kita. Berapa waktu kita yang digunakan untuk beribadah ? Aduh, berapa ya? Aih… aih.. jadi malu… kata Imam Ghazali sih untuk tidur saja kita menghabiskan waktu 20 tahun. Wuah… katanya mengharap surga+bidadari yang jelita tapi 1/3 umur kita saja dihabiskan untuk tidur. Lha Ibadahnya kapan? Hiks hiks padahal Kalo dihitung-hitung, masing-masing waktu kita sama: 60 detik dalam 1 menit, 60 menit dalam 1 jam dan 24 jam sehari, 7 hari per pekan dan seterusnya.

Kalau dipikir-pikir, boleh jadi umur kita sudah sampai belasan tahun, puluhan tahun, atau bahkan ratusan tahun (hehe yang ini gak mungkin kale…). Tapi coba hitung dech, berapa kontribusi umur kita untuk kebaikan? Berapa lama waktu kita yang digunakan untuk Alloh sang khalik, untuk agama kita? Ah… sepertinya tidak sampe 10 tahun. Lalu bagaimana agar umur yang singkat ini bisa mencapai keabadian? Tenang saja, bisa kok.

Kamu pasti tahu dong Imam Ghazali? Umur Imam Ghazali hanyalah sekitar 55 tahun secara biologis, tapi secara ma’nawi Imam ghazali masih hidup sampai sekarang. Bahkan sampai kiamat pun namanya insya Alloh tetep hidup. Itu dikarenakan tulisan-tulisan beliau banyak dibaca umat dari zaman ke zaman. Subhanalloh… keabadian Imam Ghazali didapat dari ilmu-ilmu beliau yang dirangkum dalam kitab-kitab yang bermanfaat. Contoh lain adalah Syekh Imam Nawawi, umur Syekh Nawawi tidak lebih dari 45 tahun secara biologis tapi secara ma’nawi beliau tetap hidup sampai sekarang bahkan juga sampai hari kiamat. Karena apa? Buku atau kitab-kitab beliau dibaca, dipelajari dan diamalkan umat dari zaman ke zaman. Subhanalloh… bukankah itu suatu keabadian pahala dari tulisan?

Lalu mengapa saya berani mengatakan bahwa pahala menulis adalah pahala keabadian. kata keabadian, merujuk kepada hadits nabi tentang amal yang tiada terputus. Sesungguhnya apabila setiap anak Adam telah mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholih. Nah, setidaknya, menghasilkan tulisan masuk dalam kategori ilmu yang bermanfaat. Tulisan dapat menjadi semacam passive income (passive income merujuk kepada istilah yang digunakan Robert T Kiyosaki pada bukunya Cash Flow Quadrant. Istilah ini berarti penghasilan yang diperoleh tanpa harus bekerja, seperti deposito, reksadana dan lain-lain). Tatkala kita sudah tidak mampu beramal lagi, Allah masih mencatatkan pahala apabila tulisan kita masih menginspirasi orang lain untuk berbuat baik.

Jadi mulai saat ini, jadikan tulisan-tulisanmu menjadi penerang bagi kegelapan, pelepas dahaga bagi kehausan. Intinya jadikan dirimu bermanfaat bagi orang lain. Rosul pun bersabda yang diriwayatkan Ath-Thabrani dari Ibnu Umar ra: “Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu.

Jadilah seperti air yang suci menyucikan, bergerak untuk menghidupkan, mengalir untuk kebaikan, memancar dengan kekuatan, dikelola menjadi pembangkit energi dahsyat kehidupan. Itulah pilar kesuksesan, kunci kebahagiaan dengan menebar kebaikan, salah satunya lewat tulisan. Insya Alloh. Selamat berjuang untuk Ikhwah Fillah. Jadikan goresan penamu penegak keadilan, pencegah kemunkaran, penyeru kebaikan. jadikan tinta penamu pemberat amal kebaikan di yaumul hisab. Akhirul kalam. wassalam

Wallahu a’lam
Kenzi Al-Khalid

Leave a comment »

NASYID ITU SPIRITUAL EDUTAINMENT

Beberapa tahun lalu nasyid merupakan sebuah entertainment terbatas tersendiri di kalangan orang-orang tertentu dan hanya terkenal pada pasar tertentu saja, terutama para aktifis dakwah. Namun seiring perkembangannya, ternyata nasyid menjelma menjadi suatu edutainment yang mempunyai posisi tertentu sebagai media seni, hiburan dan tentu saja nilai edukasi spiritualnya sebagai esensi utamanya. Sekarang, penikmat nasyid tidak terbatas di kalangan para aktivis saja, nasyid telah menjadi hiburan di kalangan masayarakat umum. Masyarakat begitu terwarnai dengan munculnya munsyid-munsyid baru yang kaya akan kreatifitas dan inovasi-inovasi baru tanpa menghilangkan unsur spiritualitasnya.

Alhasil, kreatifitas dan inovasi-inovasi ini menghasilkan warna dan genre tersendiri terhadap nasyid itu sendiri. Kalau beberapa tahun lalu, mungkin kita hanya mengenal jenis nasyid accapella saja, dengan pioneernya di Indonesia yaitu Grup nasyid Snada. Tidak lama muncul aliran baru berupa aliran haroki, yang terkenal dengan nuansa harokah(pergerakan) dan semangat jihadnya. Aliran ini pertama kali diusung oleh grup nasyid Izzatul Islam. Tidak bisa dipungkiri kedua grup ini (snada & izzis) memberikan warna tersendiri bagi warna nasyid Indonesia. yang akhirnya bermunculanlah grup-grup nasyid baru.

Serbuan munsyid-munsyid dari negeri Jiran Malasyia malah lebih meramaikan blantika musik Indonesia. Dengan dimotori oleh Raihan, warna nasyid Malasyia lebih dulu mendapat tempat di kalangan masayarakat umum di Indonesia. bahkan kalau tidak salah, grup nasyid Raihan lebih dahulu mendapatkan penghargaan platinum di negara Indonesia dibandingkan grup nasyid asli Indonesia sendiri.

Setelah berakulturasi (meminjam istilah budaya; yang artinya bercampur menghasilkan sesuatu yang baru). Kemudian muncullah genre-genre nasyid baru yang bahkan lebih dekat dengan genre musik populer dan alternatif. diantaranya nasyid pop, nasyid kustik, dll. Diantara beberapa grup nasyid papan atas yang penulis kenal yaitu Shaff-fix, Edcoustic, Justice Voice, Star 5.

Terlepas ada yang berpendapat ke luar jalur nasyid atau tidak, tapi sebenarnya pesan-pesan spiritual dan dakwah tetap menjadi bagian paling penting dari nasyid sekarang. Liriknya tetap saja kebanyakan bercerita tentang amar ma’ruf nahi munkar, ma’rifatullah, marifaturrasul, dan kekaguman terhadap alam. Walaupun tetap saja ada yang berwarna pink, bias tentang cinta dua insan.

Bila dibandingkan dengan jenis musik biasa, tentu saja jauh berbeda. Jenis musik biasa (musik cadas, pop, alternatif apalagi dangdut) kebanyakan bertemakan percintaan, kesedihan, dsb. Ini tentu saja bisa berdampak negatif bagi orang-orang yang mendengarnya. Liriknya juga kering akan nilai-nilai spiritualitas, apalagi dangdut dengan gerakan-gerakan erotisnya. Terkesan kampungan dan menjijikan. Makanya tidak usah heran bila banyak penyanyi biasa yang mengalami stress! Bahkan tidak sedikit yang terseret narkoba dan berujung di penjara dan liang kubur alias bunuh diri. Menggenaskan!. Contohnya Kurt Cobain (vokalisnya Nirvana), stress dengan narkoba akhirnya mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Berbeda dengan para munsyid, penulis melihat ada sisi keberkahan dari kehidupan para munsyid. Terkesan damai. Hal ini terjadi mungkin karena nilai-nilai spiritual yang terdapat pada liriknya mampu mengubah paradigma berpikir sehingga tidak mudah stress, malah yang ada selalu bersyukur dan bertafakur. Nilai idealisme dari nasyid itu sendiri adalah nilai positifnya. Ya, nasid itu Spiritual Edutainment, media hiburan yang mendidik dan mendekatkan diri kepada Rabbnya.

Wallahu a’lam

Kenzi Al-Khalid

Comments (3) »

Untuk Yang Tersia-sia Malamnya

Bismillahirrahmanirrahim

“Lihatlah hari ini, sebab ia adalah kehidupan,kehidupan dari kehidupan.Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. Nikmatpertumbuhan. Pekerjaan yg indah. Indahnya kemenangan. Karena hari kemarin

tak lebih dari sebuah mimpi. Dan esok hari hanyalah bayangan. Namun hari ini ketika anda hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian yg indah. Setiap hari esok adalah bayangan yg penuh harapan. Maka lihatlah hari ini”. (Kalidasa)

Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena,Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!!
Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam.” Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, ” Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar.” Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, ” Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan”. Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do’a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu’an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.

Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami
saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yg panjang.
Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai, Kau pasti mengenalku dalam kisah
pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama’ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur’an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terlena, Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.

Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya, Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat,padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atho’ As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ? Sholat demi sholat Istisqo didirikan, namun hujan tak kunjung datang.

Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku. Setelah sholat, dengan penuh kekhusyu’an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo’a : “Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya.”
Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do’a seorang pelayan ini. Do’aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.

Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam, Penghujung malam adalah
detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ?
Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, “Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku.” Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda, Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk
lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, “Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!”. Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap, Masihkah kau menikmati
malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, “Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, Bagi kami, manusia-manusia
malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami
kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang
penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar.
Semoga…

(Manusia-Manusia Malam)

(sumber : ratna.wordpress.com )

Leave a comment »

‘GADO-GADO’ RASA HATI

Bismillahirrahmanirrahim.
ba’da tahmid wassholawat
Bagi orang dewasa normal adalah suatu hal yang biasa untuk suka atau cinta kepada lawan jenisnya; antara seorang ikhwan kepada seorang akhwat atau antara seorang ikhwan ke beberapa orang akhwat (he..he..he..). Itu mah masih normal, yang ‘gak normal cinta antara seorang ikhwan kepada seorang ikhwan atau sebaliknya akhwat cinta sama akhwat (lesbi).Lha… koq bisa.. nanti ada kisah kaum Nabi Luth episode 2 dong… Cinta memang dahsyat, cinta bisa melanda siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Cinta bisa membuat orang yang lemah menjadi kuat, sebaliknya cinta juga bisa membuat orang kuat menjadi lemah yang hanya tunduk pada nafsu cinta saja. Bahkan seorang Hitler “Sang Diktator” terkejam & penakluk Eropa pada perang dunia II tetap saja dihadapan seorang wanita bernama EvA Brown bersikap lemah. Mungkin Anda juga tahu Napoleon Bonaparte “Singa Daratan Eropa”, pasukan Kavaleri berkuda pimpinannya ditakuti oleh orang-orang Eropa, Ealah.. ternyata dia bersikap patuh pada seorang wanita bernama Josephine. Nurut gitu lho… Wah memang kalau bicara yang namanya cinta tidak ada habisnya. Sejarah telah mencatat bahwa pembunuhan pertama di dunia ini terjadi karena adanya rasa cinta yang bercampur dengan rasa cemburu. Bahkan Qabil tega sekali membunuh saudaranya Habil atas nama cinta (cemburu). Yah begitulah cinta.. cinta kadang bisa membuat orang menjadi mulia tapi bisa juga terhina bahkan lebih hina daripada binatang-binatang ternak.

Mengutif pendapat ustadz Wahyu, bahwa cinta itu adalah FITRAH sekaligus juga UJIAN. Cinta bersifat FITRAH karena sejak dari awalnya ‘rasa’ ini telah Allah ciptakan untuk setiap mahluknya di dunia, dengan begitu keberlangsungan mahluk-Nya tetap eksis. Cinta juga bersifat UJIAN dan sebenarnya cinta itu bukan perkara dosa. Bahasanya seorang ustadz. ‘Gak mukallaf, jadi gak bisa dilekati hukum’, Yang bisa dikatakan dosa adalah ketika perasaan itu diekspresikan dengan cara yang tidak dikehendaki-Nya.(kalimat ini saya kutip dari saudari Jaziemah Al-Muhyi, penulis terkenal dari FLP). Cinta yang gak boleh contohnya cinta antara ikhwan dan akhwat yang didasari nafsu tanpa melalui jalan yang syar’i, cinta ini jelas terlarang. Namun nilainya akan berbeda manakala disalurkan sesuai aturan-Nya yaitu NIKAH. Sungguh beruntung orang yang sudah menikah karena Selain di dalamnya terdapat hal-hal yang ‘menyenangkan’ juga terdapat nilai ibadah. Bahkan (maaf) ‘bergaul’ dengan istri itu ibadah, istri melayani suami, menyiapkan sarapan, mencuci pakaian suami itu semua bernilai ibadah. Sementara sang suami memandang wajah istri sepuasnya dan membuat istri tersenyum bahagia itu bernilai shodaqoh, suami juga bila menafkahi istri itu ibadah. Pokok’e semua yang kita lakukan terhadap istri dengan ridho karena Allah maka akan bernilai ibadah. Insya Allah!

By The way busway..

Tidakkah kita prihatin dengan kondisi anak muda sekarang ? Dimana saat ini pacaran sudah menjadi budaya, narkoba dan Freesex menjadi gaya hidup, dan tawuran sudah menjadi tren, sementara baju-baju yang mengumbar aurat sudah jadi mode. Gaya hedonis dan materialistik sudah jadi pilihan hidup, tengoklah kehidupan anak muda sekarang, mereka lebih banyak yang pergi ke bioskop ataupun nongkrong di mal-mal daripada pergi ke majelis taklim, mereka lebih senang membaca majalah atau koran-koran yang jahil daripada membaca dan mengkaji kitab suci Al-Qur’an, mereka lebih bangga mengikuti gaya hidup orang-orang kafir daripada mengikuti perilaku dan sunah-sunah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Mereka lebih mengidolakan tokoh-tokoh atau filosof-filosof seperti Bapak “Nenek Moyang Bangsa Kera” Charles Darwin, Bapak Ateis Yunani Kuno Emenuel Khan, fasis, dedengkot materialis modern Karl Marx, Sigmund Freud, Lenin, ataupun ‘hero-hero’ Diktator sosialis seperti Stalin, Hitler dengan ideologi fasis, che guevera, Mao Tse Tung. Sementara itu jarang dari mereka mengidolakan Rasulullah saw, sahabat-sahabat Khullafaur Rasyidin, atau pun para Tabi’it tabi’in, pemimpin yang bijak Umar bin Abdul Aziz, Harun al-Rasid, cendekiawan muslim seperti Aljabar, Ibnu Sina, Ahli Trigonometri Abu Raihan Al-Biruni, penemu Algoritma Ibnu Musa Al-Khawarizmi. Tokoh gerakan ikhwanul muslimin macam Hasan Al-Bana, Said Hawwa, Sayyid Quthb, Al-Imam Mursyid, Abdul Kadir Audah, Hasan Hudaibi de el el.

Sementara itu mereka lebih mengenal selebritis dari Hollywood sampai Bollywood. Dari Johny Deep,Tom Cruise, Russel Crow, Ben Afleck, Jenifer Aniston, Kiera Knightley, Dian Sastro, Luna Maya (Ups, salah, itu mah artis Indon, mas). atawa aktor Bollywood macam Shah Rukh Khan, Sashi Kapor, Amitabhacan, Karinaa Kapoor Salman Khan, Arjun, …, Rani Mukherjee dkk. Dari artis Film Tittanic ‘Kate Winslet’ sampai artis Ti Tasik Itje Trisnawati, bahkan artis pendatang baru Alam Raja Dangdut Punk juga mereka tahu. Sebenarnya tidak ada masalah mengetahui seleb-seleb tersebut yang tidak boleh itu mengikuti gaya hidup mereka yang jauh dari tuntunan Syari’at. (Maaf, saya tidak menuduh Alam, Itje jauh dari tuntunan, namun yang saya maksud hanyalah seleb-seleb barat. OK?).

Bahkan yang paling parah adalah manakala kita lebih men-dewa-dewakan ‘idola-idola’ itu daripada berada dalam naungan Yang Maha Memiliki, Maha Pencipta yaitu Allah swt. Contoh konkret berikut ini bisa jadi terjadi pada saudara-saudara atau tetangga-tetangga kita. Beritanya saya kutip dari satu majalah nasional di Indonesia. dan menurut saya ini adalah peristiwa bodoh yang pernah ada sepanjang sejarah manusia. Peristiwanya belum lama, sekitar bulan Maret tahun ini. Katanye, seorang slanker di Bogor bunuh diri gara-garanya ia nggak mampu beli kaset Slank yang baru. Slank emang ngeluarin album baru. Tau sendiri kalo band asal potlot ini setiap kali ngeluarin album baru, selalu dikejar-kejar ama penggemar fanatiknya. Tapi, halah.., entah nyari sensasi doang atawa gimana tuh bocah, yang pasti dalam surat wasiatnya dia sangat memohon kalo di pusaranya diputerin lagu Slank yang baru. Aduh, geleng-geleng kepala dah kita. Padahal kalo sekedar minta satu biji kaset mah, datengin Bimbim Slank aja pastilah dikasih. Hi… serem dech! Kebayang…Nanti pas ditanya sama Malaikat Munkar Nakir. “Man Robbuka???!!!” nanti jawabannya malah “Ku tak bisa… Jauh… Jauh…(Lirik lagu slank). Wah, Na’udzubillah. Duh.. Don’t try this guys.

Eh, Koq jadi ngelantur ya ceritanya? Maaf..maaf..maaf.. balik ke jalan yang benar lagi, deh. Gak apa-apa ya, namanya juga Hati rasa gado-gado. Jadi becampur geto.. Ada kacang panjang, toge, lontong, tahu, kol, bumbu kacang, gula, garam, wah pokona mah banyak dech yang penting rasa’e ueenaak tenan… maksudnya..Gak, apa- apa ya campur tulisannya dari mulai ngebahas cinta, sejarah, selebritiis, sampe ngebahas orang yang mati konyol. Yang penting tulisannya panjang.

***
Penulis pernah baca suatu hadist yang isinya kurang lebih sebagai berikut. Rasulullah saw bersabda, suatu hari nanti kondisi umat islam bakalan seperti senampan makanan yang sedang dikelilingi oleh para serigala, padahal jumlah mereka banyak namun mereka kayak buih di lautan, mereka punya kelemahan yaitu cinta dunia dan takut mati.
……
Penulis merenung, betapa benar adanya antara ‘ramalan’ hadist tersebut dengan kondisi umat islam saat ini. Di Indonesia meski jumlah umat islam begitu besar bahkan tercatat sebagai yang terbesar di dunia, namun apa pengaruhnya bagi kemashlahatan umat? Ternyata nol besar. Padahal, seandainya umat islam kembali ke jalur yang benar, yaitu menegakkan kembali hukum berdasarkan al-quran dan sunnah rasul, kejayaan islam akan kembali terwujud, panji-panji kemenangan islam akan kembali berkibar. Agama islam sebagai Rahmatal lil ‘alamin’ tentunya bukan hanya sebuah isapan jempol belaka.

Coba tengok sejarah…Bagaimana ketika islam berjaya.
Ketika kehidupan jahiliah melanda negeri jazirah arab, ketika seorang Arab akan merasa hina karena mempunyai seorang bayi wanita, ketika nasib hanya ditentukan oleh anak panah, ketika budaya mabuk-mabukan menjadi solusi permasalahan, judi menjadi kebiasaan, riba menjadi pekerjaan. Bukankah islam datang memberi pencerahan, islam datang menerangi wajah kegelapan jaman jahiliah. Beberapa puluh tahun kemudian islam menjadi sebuah peradaban besar yang maju di segala aspek.

Tahukah? ketika Baghdad disibukkan dengan kegiatan penelitian dalam berbagai bidang seperti ilmu perbintangan, matematika, filosopi, kedokteran. Ternyata Kota London masih berada pada periode jaman Feodal. Maksudnya ketinggalan jaman, Bo!. Kalau Anda pernah maen Games PC yang judulnya “Age of Empire 2”. Pasti anda tahu? Periode-periode jaman yaitu Dark Age, Feudal Age, Castle Age,& Imperial Age. Nah, analoginya begini. Negeri-negeri islam sudah memasuki periode Castle Age dengan bangunan-bangunan bergaya arsitektur, ternyata negeri-negeri eropa masih jamannya periode Feudal Age. Artinya peradabannya ketinggalan jaman beberapa belas tahun! Dan menurut sejarah lagi, kata yang empunya cerita, Negeri-negeri Eropa mengalami kemajuan peradaban setelah mereka berinteraksi dan bertempur habis-habisan melawan kaum muslim di tanah Palestin dalam “Crussade War” (perang Salib). Mereka (Bangsa Eropa) baru nyadar bahwa selama ini, bangsa Muslim yang berada di Timur kerajaan yang mereka anggap bangsa barbar ternyata mempunyai peradaban lebih maju daripada peradabannya sendiri.

Cerita lainnya, Ketika masjid-masjid sudah bermandikan cahaya, dengan bangunan-bangunan gaya arsitektur yang tentunya selain kokoh tetapi sarat dengan makna keindahan ternyata di penjuru bumi lainnya. Kota-kota di eropa masih bergelut dengan cerita-cerita takhayul, kota-kota eropa masih dilanda ketakutan akan kutukan-kutukan penyakit berupa kusta, cacar, herpes dll.

Ketika Taman-taman perpustakaan negeri-negeri islam dipenuhi oleh para mahasiswa yang bergelut mencari ilmu, ketika para cendekiawan-cendekiawan islam sibuk dengan diskusi-diskusi ilmiah tentang kekuasaan Allah dalam bumi, udara, langit dll. Ternyata kerajaan-kerajaan eropa masih disibukkan dengan sistem feodalisme dan kebodohan.

Tetapi sangat disayangkan, ya! Justru peradaban besar, sekarang ternyata milik orang-orang barat, Eropa dan sekutu-sekutunya… Sedih juga… hiks..

Lalu mengapa umat islam sekarang seperti buih di lautan, terhempas kesana kemari, tidak berwibawa, tidak mempunyai kekuatan. Salah satu Jawabannya adalah karena umat islam telah jauh dari tuntunan Al-Qur’an dan sunah. Umat islam lebih mencintai dunia dan takut terhadap mati. Islam hanya dilaksanakan sebagai rutinitas. Islam hanya melaksanakan rukun islam saja, mereka memisahkan antara agama dengan kehidupan bernegara. Kehidupan sekuler, hedonis, materialis telah menjalar ke segala aspek kehidupan. Mereka lebih mengutamakan kebebasan dan HAM di atas kewajiban dirinya terhadap Tuhannya. Padahal bukankah islam telah mengajarkan bahwa setiap aspek kehidupan harus didasarkan pada syari’at. Islam mengatur segala aspek kehidupan, semua tata cara dilakukan berdasarkan Al-quran dan sunnah. Islam memberikan kita tuntunan dari bagaimana cara kita masuk WC sampai pengaturan ideologi pemerintahan, dari kita bangun tidur sampai tidur kembali.

Lalu, gimana dunks?

Nah Lho,

Merujuk pada hadist Nabi SAW. Bahwa kita diwariskan dua perkara oleh beliau, yang apabila kita taat pada dua hal itu maka umat muslim akan selamat di dunia dan akhirat. Tidak hanya selamat, tapi juga akan kembali menata puing-puing keruntuhan umat menuju kembali pada kejayaan islam, seperti yang dijanjikan oleh Allah. Kemenangan islam tinggal tunggu waktu. Janji Allah itu pasti!. Tinggal bagaimana kita sendiri? Apakah kita akan ikut menata kembali kejayaan islam? Atau hanya sebagai penonton saja. Setiap kita tinggal memilih. Apakah kita akan menjadi pemeran-pemeran utama? menjadi seorang figuran? Atau hanya puas menjadi seorang penonton? Tentunya menjadi pemeran utama dunks!

So, mulai sekarang akang-akang, teteh, neng, mas, jeng, mbak, yu ah kita jadi bagian tak terpisahkan dalam membangun kembali puing-puing kejayaan islam. Seperti kata Aa Gym, kalo belum mampu merubah bangsa, ya mulai lah dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai saat ini. Memang kita hanyalah suatu titik. Tapi titik berkumpul dengan titik lainnya berubah menjadi huruf. Huruf bersatu dengan huruf lainnya menjadi kata, kata berkumpul dengan kata lainnya menjadi kalimat. Kalimat-kalimat berkumpul menjadi tulisan, buku. Dll. yang akan merubah, menggugah, dan mengubah persepsi seseorang dan perilaku setiap orang. So tunggu apalagi? Yuk….!
wallahu a’lam

Comments (1) »

Kuliah dan Nge-Kost

Hmm… ngekost? Wah jadi anak kosan itu ‘sengsara membawa nikmat’. Sengsaranya pasti tau sendiri kalau lagi akhir bulan, kadang minjem sana minjem sini alias gali lobang tutup lobang. Namun di balik kesengsaraan itu kalau dihitung-hitung banyak enaknya juga, kita berasa bebas gitu, mau ngapain seenaknya juga kagak ada yang ngelarang. Mau mabok, judi, ngedrugs, pacaran, dll (Astaghfirullah… jangan ditiru, yah!!). But, anyway disitulah diuji keimanan kita, kita harus pinter-pinter manage diri kita. Kita harus meluruskan niat kita kembali, apa tugas kita, tujuan, peran dan fungsi kita. Mirip seorang manajer/pelatih bola yang dituntut harus membawa kemenangan demi kemenangan bagi tim yang diasuhnya.

Apabila kita bisa maintenance diri dan iman kita, maka insya Allah kita akan keluar sebagai seorang juara. Bayangin, Masya Allah… dunia kost itu ibaratnya surga ada di sebelah kanan dan neraka ada di sebelah kiri kita. Bila kita menghadap ke kanan maka akan berhadapan dengan surga yang anehnya dikelilingi dengan sesuatu yang membuat kita malas artinya godaannya akan banyak sekali. Sebaliknya, bila kita menghadap ke sebelah kiri maka kita berhadapan dengan neraka yang dikelilingi oleh keindahan-keindahan semu.

Ibaratnya kalo kita tidak memperkokoh benteng iman kita, maka ‘gawang’ iman kita suatu saat akan dijebol ‘striker-striker’ setan yang licin dan licik itu. Bayangkan, sudah mah ‘striker-strikernya’ licin dan handal, dicurangin wasit juga. Dan ternyata, suporternya adalah pendukung tim lawan semua artinya suporternya pendukung Thagut semua. Coba deh liat di TV, hampir selama 24 jam kita disuguhin tayangan-tayangan yang kalo tidak berbau sekuler, sadis, bahkan porno. Waduh… mau jadi apa generasi kita?. Ironisnya kalo program-program yang berbau islam seperti ceramah. Duh.. udah mah durasinya Cuma sebentar eh ditayanginnya bukan prime time malahan saat subuh. Jam segitu orang kalau tidak pergi menunaikan salat subuh paling juga lagi ngorok berselimutkan mimpi-mimpi. Grook… grookk..

Wah, kok jadi panjang lebar gini.. baik-baik kita kembali ke jalan yang benar. Jadi, agar kita tidak terjerumus hal yang sia-sia. So, hei guys & girls you better join organisasi-organisasi yang bisa meningkatkan iman dan skill kita. Seperti ikutan Lembaga Dakwah Kampus(LDK), KAMMI (maaf yak. bukannya promosi lho), ikutan forum lingkar pena (FLP), ikutan LiQo atau yang lainnya. Ikutan organisasi itu selain kita bisa meningkatkan iman kita, skill kita pun jadi terasah, selain itu kita jadi mengikat tali-tali silaturahmi dengan orang-orang soleh. Siapa tau bergaul dengan orang-orang soleh kita jadi terwarnai menjadi soleh juga. And who knows juga nantinya kita dapetin jodoh yang soleh juga. Amin… istilah ustadznya jodoh yang “Qurrota a’yuun (menyejukkan hati) Amin..

Tertarik khan ikutan organisasi-organisasi islam? Pokok’e banyak sekali manfaatnya dech.. Daripada kalo kita ‘gak ikutan apa-apa yang nantinya sia-sia hidup kita, belum lagi nantinya terbawa arus kesana-kemari yang akhirnya tergoda hal-hal yang dilarang agama. Hi… Na’udzubillah. Ingatlah setan senantiasa selalu menjerumuskan kita dengan cara apapun agar kita tunduk dan patuh padanya. Nantinya kita akan terpenjara dalam ruang sel ‘kemaksiatan’ tanpa pernah bisa keluar. Sekalinya bisa keluar penjara tersebut, jalan keluar menuju ‘tempat bercahaya’ akan kita lalui jalan penuh liku seperti lingkaran labirin-labirin. So, guys and girls. Waspada! Waspadalah!!

Kenzi Al-Khalid

Leave a comment »

The 1st posting

Well it’s my 1st posting. enjoy
Sebuah Renungan Bagi Orang yang Mau Berfikir
(Pelajaran dari Langit).

Tidak sedikit dari manusia yang tidak menyadari dan tidak mengerti bahwa fenomena-fenomena alam ini sebenarnya telah tercatat pada kitabullah Al-Qur’an. Hal ini Sangat mengherankan mengingat wahyu yang diturunkan ± 14 abad yang lalu tetapi memuat berbagai persoalan ilmiah yang baru diketahui manusia 600 tahun kemudian. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa Al-qur’an merupakan kebenaran wahyu Ilahi yang murni. Dan sebenarnya masih banyak rahasia-rahasia alam yang belum diketahui oleh para ilmuwan, ataupun para cendekiawan kontemporer.

Runtuhnya Paham Ateisme

Ateisme adalah paham yang mengajarkan pengingkaran terhadap Tuhan. Kaum ateis meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada dan beranggapan bahwa keberadaan jagat raya ini tanpa adanya permulaan. Pendapat ini dikemukakan pertama kali oleh seorang filosof Yunani Kuno, kemudian pendapat tersebut didukung oleh pemikir ateis moderen yaitu Emanuel Khan. Khan beranggapan bahwa jagat raya ini telah ada sejak dulu kala dan dia berkeyakinan bahwa jagat raya ini tidak memiliki permulaan dan tidak ada penciptaan. Paham ateis berkembang pada abad ke 19 yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh ateis lainnya seperti Karl Marx, Angel, Sigmund Freud dll. Yang kesemuanya berpijak pada teori Charles Darwin.

Darwin beranggapan bahwa di alam terdapat suatu mekanisme yang dapat menjadikan benda tak hidup menghasilkan berjuta spesies hidup di alam. Kaum ateis menolak adanya penciptaan alam semesta dan akan kekal selamanya serta tak memiliki permulaan. Mereka juga beranggapan bahwa tatanan keseimbangan jagat raya ada dengan sendirinya dan keberadaan jagat raya tanpa tujuan.

Namun seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan jaman teori-teori yang dikemukakan oleh kaum ateis itu runtuh yang ironisnya penelitian dilakukan oleh kalangan kaum ateis sendiri, pukulan itu terjadi di bidang kosmologi: penemuan fakta penciptaan.

Dalam sebuah buku yang berjudul God, The Evidence (The Reconciliation of faith and Reason in a postsecular World) tahun 1997 yang dikarang oleh Patrick Glynn ; seorang penulis Amerika ternama memaparkan ulasannya bahwa, “ Penelitian selama 20 tahun terakhir telah menjungkir balikkan semua asumsi dan pemikiran mendasar dari pemikir sekuler dan ateis modern generasi awal tentang ketuhanan… Selama 1 abad perdebatan seru antara ilmu pengetahuan dan agama keadaannya telah sama sekali berbalik, saat ini data yang mengarah kuat kepada hipotesis keberadaan Tuhan…”

Seperti kita ketahui bahwa ateisme berkeyakinan bahwa jagat raya tanpa permulaan. Namun teori ini dibantah oleh big bang theory (dentuman dahsyat). Kebenaran teori big bang ini didukung oleh serangkaian penemuan. Tahun 1929, Edwin Habel seorang astronom Amerika menemukan bahwa galaksi-galaksi di jagat raya ini saling menjauhi satu sama lain yang berarti bahwa jagat raya mengembang, jika arah perjalanan waktu pengembangan jagat raya ini dibalik mundur akan didapati bahwa keseluruhan jagat raya ini dahulunya adalah berasal dari titik tunggal. Para astronom sadar bahwa mereka mengalami permasalahan metafisika, dimana titik tunggal ini memiliki berat tak hingga dan volume nol. Materi dan waktu muncul melalui ledakan titik teramat kecil tersebut dengan kata lain jagat raya diciptakan dari ketiadaan.

Dengan kata lain yang lebih sederhana, sebelum terbentuknya alam semesta, semuanya adalah satu kesatuan dengan energi yang sangat luar biasa besar, kemudian, terjadilah peristiwa ledakan yang sangat besar (Big Bang Theory). Hal tersebut membuat alam terpecah belah dan terbagi-bagi menjadi bagian yang sangat banyak. Fenomena ledakan itu menjadi bagian-bagian kecil yang membentuk gugusan galaksi-galaksi seperti galaksi Bima Sakti, galaksi Andromeda, galaksi Meredian 348, galaksi Great Atracter, bumi, matahari, bintang-bintang, satelit dan langit. Sungguh, Allah menjadikan gugusan tersebut ke dalam sistem yang detil, membuat alam semesta mampu melangsungkan perjalanannya sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Teori itu diperkuat oleh penemuan pada tahun 1994, seorang ilmuwan asal Skotlandia, Mike Hopkins yang menegaskan teori ‘kesatuan alam semesta’. Padahal sebenarnya Allah telah mewahyukan kalam-Nya di dalam Al-qur’an ± 14 abad yang lalu. Di Dalam Al-qur’an Surat Al-Anbiya ayat 30. “ Dan apakah arang-arang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya? ”. Sungguh suatu keajaiban bagaimana Al-qur’an yang diturunkan sekitar belasan abad yang lalu namun pembuktian ilmiahnya baru muncul sekarang.

Pada tahun 1970-an para ilmuwan untuk pertama kali sadar bahwa keseimbangan fisika di jagat raya ini telah dibuat atau dibangun dengan ketelitian dan ketepatan yang luar biasa demi kelangsungan hidup manusia. Penelitian yang semakin mendalam bahwa hukum fisika, kimia, dan biologi di alam semesta atau gaya fundamentalis seperti gaya gravitasi dan elektromagnetisme pada atmosfer dan struktur unsur pembentuknya telah diciptakan dalam bentuk yang paling tepat bagi kehidupan manusia.

Mari kita pelajari beberapa contoh di bawah ini.

Terdapat keseimbangan yang amat peka pada kecepatan pengembangan awal jagat raya yakni pada saat awal ledakan big bang. Menurut perhitungan ilmuwan “ Jika kecepatan pengembangan jagat raya ini memiliki selisih lebih dari satu per milyar milyar (1/milyar milyar) dari angka yang sebenarnya maka jagat raya ini akan runtuh sebelum pernah mencapai ukurannya yang sekarang atau berhamburan ke segala penjuru tanpa pernah bergabung kembali dengan kata lain bahwa sejak awal terbentuknya jagat raya terdapat perhitungan maha rumit dengan tingkat ketelitian hingga 1/milyar milyar, ini sudah barang tentu bukan suatu kebetulan.

Gaya fisika seperti gravitasi dan elektromagnetisme semuanya berada pada kisaran angka yang tepat bagi terbentuknya suatu jagat raya yang tertata dan layak huni, bahkan perubahan terkecil pada gaya ini; misalnya perubahan 1/milyar milyar saja akan menjadikan jagat raya ini atau alam semesta ini tak lebih dari gumpalan awan radiasi atau hidrogen. Jika ini terjadi maka tata surya kita, planet dan bumi kita tidak akan pernah terbentuk. Berkenaan dengan seluk beluk di jagat raya maka tata surya kita sendiri telah diciptakan dalam keseimbangan yang paling rumit.

Ukuran matahari, panjang gelombang sinarnya dan jaraknya dari bumi semuanya berada pada kisaran jarak yang tepat guna menunjang kehidupan manusia, penyimpangan sekecil apapun dari angka ini akan menghancurkan kehidupan di bumi seketika.

Adapun matahari dapat diterangkan, bahwa letaknya 150 x 106 kilometer jauhnya dari bumi. Dan sinar yang berangkat dari matahri ke bumi memakan waktu selama 8 menit 20 detik baru sampai ke permukaan bumi. Garis tengah matahari sama dengan 1,4 juta kilometer dan luas permukaannya 4Õ x 700.000 km = 616 x 1010 km. dan para ahli fisika telah menghitung, bahwa energi yang dipancarkannya sama dengan 5,7 x 1027 kalori per menit dan mampu menyala selama 50 milyar tahun dengan suhu permukaan 60000 C dan 15 juta derajat celcius dalam intinya. AllahuAkbar! Itu baru matahari, satu pusat galaksi Bima Sakti, padahal masih terdapat banyak galaksi-galaksi lainnya yang belum diketahui.
Beragam contoh yang telah dipaparkan telah mengantarkan pada kesimpulan penting terdapat suatu prinsip Antropis di jagat raya sebagaimana para astronom paparkan, dengan kata lain setiap bagian terkecil di jagat raya telah sengaja dirancang dan diciptakan bagi keberlangsungan hidup manusia. Singkatnya gagasan tentang jagat raya muncul tanpa sengaja yang jadi pijakan kaum ateis telah runtuh sama sekali padahal dalam al-qur’an telah diungkap. “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir…” (Q.S Shaad, 38;27). Jadi kehidupan ini ada melalui perancangan design oleh Maha Cerdas. Allah SWT.

Pada paruh ke dua abad ke 20 terjadi penemuan-penemuan yang menakjubkan bagaimana kehidupan khususnya sel beserta organ sel komplek yang ada di dalamnya memiliki design komplek yang rumit dan canggih. Contohnya : mata kita yang tak mungkin tertandingi oleh kamera manapun, sayap burung yang mengilhami teknologi penerbangan, sistem koordinasi tubuh dari mahluk hidup maupun sel, informasi yang luar biasa yang dikandung DNA, semua ini contoh nyata keberadaan design Maha Cerdas, semua contoh ini menggugurkan teori evolusi yang menganggap kehidupan sebagai hasil kebetulan dan acak semata. Subhanallah!

Mengintip Alam Di Balik langit Biru

Pada tahun 1952 teleskop raksasa dioperasikan di dekat California, teleskop tersebut mampu melihat 640.000 kali mata manusia. Teropong ini mampu melihat nyala lilin di kejauhan yang jaraknya 150.000 kilometer. Dengan teropong ini, para sarjana dan cendekiawan sibuk mengadakan penelitian terhadap “alam di balik langit dan biru”.

Dengan teropong ini, mereka mampu melihat mahluk di balik langit yang jauhnya 2 milyar tahun cahaya. Dan dengan alat ini pula, dapat diperhitungkan jarak antara bumi dengan galaksi Andromeda, yaitu ± 1,5 juta tahun cahaya dan dengan teleskop raksasa ini diteliti bahwa seluruh galaksi (kumpulan bintang), seluruhnya berjalan menjauhi titik pusat dengan suatu kecepatan tertentu. Sehingga dapat dibayangkan seperti balon yang asalnya kecil, dan dengan ditiup terus-menerus makin berkembang menjadi besar.

Belakangan ini astronom telah menemukan galaksi raksasa Markarian Tiga Empat Delapan (348). Galaksi ini besarnya 13 kali galaksi Bima Sakti. Padahal besar Bima Sakti ± 12.350.000.000 milyar kilometer. Jika dibayangkan, maka jarak Sabang sampai Merauke 5000 Km, keliling bumi 40.000 km, jarak antara bumi – matahari ± 150 juta tahun sinar (satu detik = 300.000 km satu tahun sinar 366 (hari) x 24 (jam) x 60 (menit) x 60 (detik) x 300.000 km = 9.486.720.000.000 km x 300.000.000 = 284.601.600.000 milyar km. sehingga bila dikali 150 juta = ± 1.423.008.000 trilyun.

Allah berfirman : “Kun” (jadilah!) maka terwujudlah niat itu (Q.S. Al-Baqoroh : 116-117). “ Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan bermain-main” (Q.S. Ad-Dukhaan:38). “ Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya” (Q.S. Ar-Rum: 8)

Dalam firman-Nya Allah menyuruh manusia memperhatikan langit, ruang luas di atas bumi, Dia juga menyuruh kita merenungkan, bagaimana cara mendirikan bangunan langit, memperindah suasana alam, sehingga untuk sekian lamanya tidak rusak lihat Al-qur’an Surat Qaaf ayat 6.

Kembali pada teropong bintang di Mount Palomar California, dengan teleskop yang sangat besar itu para astronom memberi kesan bahwa tiap-tiap galaksi terus bergerak dengan kecepatan tertentu, dengan arah yang makin menjauhi titik pusat. Dengan kata lain, alam ini makin membesar seperti sebuah ruangan yang isinya saling berusaha untuk berpencar, sebagaimana ledakan bom, dimana bahan (materinya) hancur berkeping-keping memencar berserakan ke segala penjuru. Untuk sementara, tepi alam yang dapat dijangkau oleh teleskop, dan kapan tepi tersebut dapat dijangkau? Apa saja yang ada di balik langit, berapa jumlahnya, dan seberapa besarnya?, Baru galaksi Markarian 348 saja volume garisnya = 13 kali besarnya galaksi Bima Sakti yang berisi 100 milyar bintang, dimana salah satunya bumi yang kelilingnya hanya 40.000 km. Allahu Akbar! Allah Maha Besar!

Bila bumi yang mampu menampung bermilyar manusia dan penghuni lainnya tak lebih dari sekedar 1 titik kecil diantara sejumlah bilangan pasir yang ada di sisi lautan, lantas di manakah letaknya diri kita? Dimana itu manusia yang selalu sombong dan angkuh, dimana itu manusia yang selalu merasa paling besar, paling gagah, paling berkuasa padahal sesungguhnya kita hanyalah mahluk yang lemah tak berdaya? Kenapa kita selalu merasa hebat, padahal di luar hak kepemilikan Allah SWT atas kita, rasa ketergantungan kita kepada alam sangatlah besar?

****

Dari berbagai uraian yang telah dipaparkan di atas mudah-mudahan dapat mencerahkan hati bagi siapa saja yang membacanya khususnya bagi penulis sendiri. Semoga tulisan ini menjadi penawar hati yang gelisah, obat mujarab bagi penyakit hati, penyiram bagi nafsu yang tidak pernah puas terhadap dunia yang fana. Afwan, bila ada kesalahan dalam redaksional karena pada dasarnya manusia tidak terlepas dari kesalahan.
Hamba mohon ampun pada Allah yang tidak pernah bisa lepas dari nafsu dan dosa..
Wallahu a’lam bishawab

Kenzi Al-Khalid
(Disarikan dari berbagai sumber)
Sampai jumpa di tulisan-tulisan selanjutnya

Wassalam

*****
Ó Copyright 2006

Comments (2) »