Bismillahirrahmanirrahiim
Maha Suci Alloh yang telah memberikan rahmat dan kasih sayangNya kepada mahluk di dunia ini tak terkecuali pada manusia. Manusia adalah mahluk yang cantik fisiknya dan sebaik-baik penciptaan, sebgaimana tersurat dalam kalam Al-Quran yang mulia di dalam Surat At-Tin:4 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya”. Alloh juga mengkaruniai manusi berupa akal, hati nurani serta kelebihan-kelebihan lainnya dibandingkan mahluk lainnya. Oleh karenanya, manusia dijadikan khalifatu pil alrd (Pemimpin/pengelola di dunia). Kemuliaan manusia pun tercatat dalam firman lain di dalam Al-quran bagaimana Alloh menyuruh bersujud para malaikat kepada Adam. Ayat lain pun menegaskan kedudukan manusia dibanding mahluk lainnya “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan amak Adam(manusia) dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami melebihkan mereka atas mahluk-mahluk yang Kami ciptakan, dengan kelebihan yang menonjol” (Q.S Al-Isro 17:70).
Pada prinsipnya, malaikat juga adalah mahluk mulia. Namun jika manusia beriman dan taat kepada Alloh swt, manusia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. Tetapi kemulian manusia bisa berada di level yang sama dengan hewan, bahkan lebih rendah daripada hewan jika kita berperilaku seperti hewan, yaitu menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan perut dan syahwat biologisnya, saling menjegal, merampas, membunuh, tidak peduli dengan aturan dan larangan Alloh. Bukankah Alloh telah mengkaruniai kita akal dan nurani sebagai alat kontrol diri?
Acapkali kita melihat di televisi ataupun membaca di koran berita kriminal dimana ada seorang ibu dengan sadis membunuh bayi yang dilahirkan dari hasil hubungan gelapnya (zina). Ada yang hanya membuang, meninggalkan begitu saja bayinya di tempat sampah, ada yang membakar bahakan memotong-motong badan si bayi. (na’udzubillah). Sungguh, perilaku biadab, kezi yang dilakukan manusia. Dimana hati nurani mereka? Bukankah hewan saja tidak berperilaku sadis sperti itu? Hewan yang tidak mempunyai akal dan hati nurani, hewan yang tidak pernah mengenyam pendidikan moral begitu sayang terhadap anaknya, subhanallah… tapi lihatlah realita sekarang manusia begitu kejam terhadap sesamanya bahka terhadap anaknya sendiri pun begitu kejam.
Kekejaman dan keburukan manusia karena tidak adanya ketaqwaan dan keimanan manusia menyebabkan manusia berperilaku seperti hewan bahkan lebih buruk daripada hewan sekalipun. Sebaliknya, manusia lebih mulia daripada malaikat bila hidupnya di payungi oleh keimanan dan ketakwaan. Ketakwaan yang melahirkan budi pekerti dan ahlak yang mulia. So, manakah yang kita pilih? Menjadi manusia yang mulia melebihi derajat malaikat atau menjadi manusia yang rendah seperti hewan?
Wallohu A’lam
By Kenzi Al-Khalid
NB: Terinspirasi ketika melihat kasih sayang seekor hewan kepada anaknya, padhal hewan tersebut tidak pernah mengenal kasih sayang sang induk, tidak pernah mendapatkan pendidikan moral seperti manusia. Subhanalloh… Rahman Alloh itu pasti.