Beberapa tahun lalu nasyid merupakan sebuah entertainment terbatas tersendiri di kalangan orang-orang tertentu dan hanya terkenal pada pasar tertentu saja, terutama para aktifis dakwah. Namun seiring perkembangannya, ternyata nasyid menjelma menjadi suatu edutainment yang mempunyai posisi tertentu sebagai media seni, hiburan dan tentu saja nilai edukasi spiritualnya sebagai esensi utamanya. Sekarang, penikmat nasyid tidak terbatas di kalangan para aktivis saja, nasyid telah menjadi hiburan di kalangan masayarakat umum. Masyarakat begitu terwarnai dengan munculnya munsyid-munsyid baru yang kaya akan kreatifitas dan inovasi-inovasi baru tanpa menghilangkan unsur spiritualitasnya.
Alhasil, kreatifitas dan inovasi-inovasi ini menghasilkan warna dan genre tersendiri terhadap nasyid itu sendiri. Kalau beberapa tahun lalu, mungkin kita hanya mengenal jenis nasyid accapella saja, dengan pioneernya di Indonesia yaitu Grup nasyid Snada. Tidak lama muncul aliran baru berupa aliran haroki, yang terkenal dengan nuansa harokah(pergerakan) dan semangat jihadnya. Aliran ini pertama kali diusung oleh grup nasyid Izzatul Islam. Tidak bisa dipungkiri kedua grup ini (snada & izzis) memberikan warna tersendiri bagi warna nasyid Indonesia. yang akhirnya bermunculanlah grup-grup nasyid baru.
Serbuan munsyid-munsyid dari negeri Jiran Malasyia malah lebih meramaikan blantika musik Indonesia. Dengan dimotori oleh Raihan, warna nasyid Malasyia lebih dulu mendapat tempat di kalangan masayarakat umum di Indonesia. bahkan kalau tidak salah, grup nasyid Raihan lebih dahulu mendapatkan penghargaan platinum di negara Indonesia dibandingkan grup nasyid asli Indonesia sendiri.
Setelah berakulturasi (meminjam istilah budaya; yang artinya bercampur menghasilkan sesuatu yang baru). Kemudian muncullah genre-genre nasyid baru yang bahkan lebih dekat dengan genre musik populer dan alternatif. diantaranya nasyid pop, nasyid kustik, dll. Diantara beberapa grup nasyid papan atas yang penulis kenal yaitu Shaff-fix, Edcoustic, Justice Voice, Star 5.
Terlepas ada yang berpendapat ke luar jalur nasyid atau tidak, tapi sebenarnya pesan-pesan spiritual dan dakwah tetap menjadi bagian paling penting dari nasyid sekarang. Liriknya tetap saja kebanyakan bercerita tentang amar ma’ruf nahi munkar, ma’rifatullah, marifaturrasul, dan kekaguman terhadap alam. Walaupun tetap saja ada yang berwarna pink, bias tentang cinta dua insan.
Bila dibandingkan dengan jenis musik biasa, tentu saja jauh berbeda. Jenis musik biasa (musik cadas, pop, alternatif apalagi dangdut) kebanyakan bertemakan percintaan, kesedihan, dsb. Ini tentu saja bisa berdampak negatif bagi orang-orang yang mendengarnya. Liriknya juga kering akan nilai-nilai spiritualitas, apalagi dangdut dengan gerakan-gerakan erotisnya. Terkesan kampungan dan menjijikan. Makanya tidak usah heran bila banyak penyanyi biasa yang mengalami stress! Bahkan tidak sedikit yang terseret narkoba dan berujung di penjara dan liang kubur alias bunuh diri. Menggenaskan!. Contohnya Kurt Cobain (vokalisnya Nirvana), stress dengan narkoba akhirnya mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
Berbeda dengan para munsyid, penulis melihat ada sisi keberkahan dari kehidupan para munsyid. Terkesan damai. Hal ini terjadi mungkin karena nilai-nilai spiritual yang terdapat pada liriknya mampu mengubah paradigma berpikir sehingga tidak mudah stress, malah yang ada selalu bersyukur dan bertafakur. Nilai idealisme dari nasyid itu sendiri adalah nilai positifnya. Ya, nasid itu Spiritual Edutainment, media hiburan yang mendidik dan mendekatkan diri kepada Rabbnya.
Wallahu a’lam
Kenzi Al-Khalid
Elariesta said,
May 26, 2007 @ 2:48 am
Nasyid, dalam perkembangannya semakin mendapat tempat di hati masyarakat secara umum. Kadang kadang cocok juga digunakan untuk meninabobokan anak, kalimat2 yang baik sejak dini diperdengarkan kepada mereka sejak dini. Bagi saya, nasyid menjadi salah satu pilihan untuk pendidikan kepada anak.
Aan Nuranisa said,
March 21, 2008 @ 11:05 am
Musyid atau musik nasyid, seiring dengan kemajuan zaman sekarang mulai banyak di kenal oleh masyarakat banyak. selain lagu2 nya yang dapat menyejukan hati juga lirik yang di kandungnya dapat menjadi doa bagi kita, perhatikan saja tiap baris katanya. Bagi saya pribadi musik nasyid dapat memberikan ketenangan tersendiri. Ayo galakkan musyik nasyid di tanah air, kalau bukan kita siapa lagi?! Cayo terus bagi para grup nasyid!! “Menjalin uhuwah dan mengharap Ridho illahi”
zahra al habsy said,
June 18, 2008 @ 2:05 am
Alhamdulillah, segala puji bagi Cinta Maha Dicinta. Dewasa ini ghirroh keislaman masyarakat kita semakin baik saja, ya meskipun di sisi lain kemaksiatan juga semakin merajalela. Tapi itulah hidup, semoga semakin banyak benturan, semakin cepat pula kita dapatkan kebenaran sejati. Amin. Nasyid, subhanallah, kini telah memiliki tempat tersendiri bagi ana yang baru berhijrah dan teman-teman ana.Di dalam nasyid, kita bisa banyak bertafakkur, menangis, dan tertawa secara syar’i. Pun demikian, hendaklah kita juga jangan terlalu banyak mendengar nasyid, karena ada lagi yang bisa kita dengarkan yang itu selain mendamaikan, membuat kita banyak bertafakkur, menangis, dan tertawa, juga bisa mendatangkan banyak pahala bagi pembaca maupun pendngarnya.