Hmm… ngekost? Wah jadi anak kosan itu ‘sengsara membawa nikmat’. Sengsaranya pasti tau sendiri kalau lagi akhir bulan, kadang minjem sana minjem sini alias gali lobang tutup lobang. Namun di balik kesengsaraan itu kalau dihitung-hitung banyak enaknya juga, kita berasa bebas gitu, mau ngapain seenaknya juga kagak ada yang ngelarang. Mau mabok, judi, ngedrugs, pacaran, dll (Astaghfirullah… jangan ditiru, yah!!). But, anyway disitulah diuji keimanan kita, kita harus pinter-pinter manage diri kita. Kita harus meluruskan niat kita kembali, apa tugas kita, tujuan, peran dan fungsi kita. Mirip seorang manajer/pelatih bola yang dituntut harus membawa kemenangan demi kemenangan bagi tim yang diasuhnya.
Apabila kita bisa maintenance diri dan iman kita, maka insya Allah kita akan keluar sebagai seorang juara. Bayangin, Masya Allah… dunia kost itu ibaratnya surga ada di sebelah kanan dan neraka ada di sebelah kiri kita. Bila kita menghadap ke kanan maka akan berhadapan dengan surga yang anehnya dikelilingi dengan sesuatu yang membuat kita malas artinya godaannya akan banyak sekali. Sebaliknya, bila kita menghadap ke sebelah kiri maka kita berhadapan dengan neraka yang dikelilingi oleh keindahan-keindahan semu.
Ibaratnya kalo kita tidak memperkokoh benteng iman kita, maka ‘gawang’ iman kita suatu saat akan dijebol ‘striker-striker’ setan yang licin dan licik itu. Bayangkan, sudah mah ‘striker-strikernya’ licin dan handal, dicurangin wasit juga. Dan ternyata, suporternya adalah pendukung tim lawan semua artinya suporternya pendukung Thagut semua. Coba deh liat di TV, hampir selama 24 jam kita disuguhin tayangan-tayangan yang kalo tidak berbau sekuler, sadis, bahkan porno. Waduh… mau jadi apa generasi kita?. Ironisnya kalo program-program yang berbau islam seperti ceramah. Duh.. udah mah durasinya Cuma sebentar eh ditayanginnya bukan prime time malahan saat subuh. Jam segitu orang kalau tidak pergi menunaikan salat subuh paling juga lagi ngorok berselimutkan mimpi-mimpi. Grook… grookk..
Wah, kok jadi panjang lebar gini.. baik-baik kita kembali ke jalan yang benar. Jadi, agar kita tidak terjerumus hal yang sia-sia. So, hei guys & girls you better join organisasi-organisasi yang bisa meningkatkan iman dan skill kita. Seperti ikutan Lembaga Dakwah Kampus(LDK), KAMMI (maaf yak. bukannya promosi lho), ikutan forum lingkar pena (FLP), ikutan LiQo atau yang lainnya. Ikutan organisasi itu selain kita bisa meningkatkan iman kita, skill kita pun jadi terasah, selain itu kita jadi mengikat tali-tali silaturahmi dengan orang-orang soleh. Siapa tau bergaul dengan orang-orang soleh kita jadi terwarnai menjadi soleh juga. And who knows juga nantinya kita dapetin jodoh yang soleh juga. Amin… istilah ustadznya jodoh yang “Qurrota a’yuun (menyejukkan hati) Amin..
Tertarik khan ikutan organisasi-organisasi islam? Pokok’e banyak sekali manfaatnya dech.. Daripada kalo kita ‘gak ikutan apa-apa yang nantinya sia-sia hidup kita, belum lagi nantinya terbawa arus kesana-kemari yang akhirnya tergoda hal-hal yang dilarang agama. Hi… Na’udzubillah. Ingatlah setan senantiasa selalu menjerumuskan kita dengan cara apapun agar kita tunduk dan patuh padanya. Nantinya kita akan terpenjara dalam ruang sel ‘kemaksiatan’ tanpa pernah bisa keluar. Sekalinya bisa keluar penjara tersebut, jalan keluar menuju ‘tempat bercahaya’ akan kita lalui jalan penuh liku seperti lingkaran labirin-labirin. So, guys and girls. Waspada! Waspadalah!!
Kenzi Al-Khalid