Archive for December, 2006

Rosulullah saw

Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wasallam. Nama yang begitu mulia, kejujuran, keramahan, kerendahan hati, kasih sayang beliau begitu menyentuh seluruh umatnya mulai dari anak-anak, orang dewasa, sahabat-sahabat, janda-janda, fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, kaum tertindas, orang-orang badui, bahkan terhadap musuh sekalipun beliau selalu menebar kasih sayangnya.

Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wasallam. Nama yang begitu mulia, harum namanya begitu semerbak tidak lekang oleh zaman, cahaya hatinya begitu menerangi sendi-sendi kegelapan jaman zahiliah, risalahnya menyejukkan kegersangan hidup perilaku zahiliah laksana air penghapus dahaga penyentuh qolbu.

Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wassalam. Nama yang begitu mulia, Jutaan bibir mengucapkan salawat setiap harinya, detak jantung orang mengiringi ucapan keselamatan padanya, denyut nadi mengharapkan keberkahan untuk diri rasulnya yang mulia. Do’a dan harapan terpatri dalam diri terukir dalam hati umatnya, mengharapkan pertemuan dengan Rasulnya di alam surga yang hakiki.

Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wassalam. Nama yang begitu mulia, kemuliaannya menembus batas waktu sejak lebih dari seribu empat ratus tahun yang lampau. Kemuliaannnya melintasi samudera dan benua. Dari sebuah Jaziraah Arab yang gersang dan tandus melintasi laut dan samudera biru, menjelajahi benua Afrika, Asia, Eropa, bahkan Amerika. Dan sampai sekarang umatnya selalu mengucapkan salawat kepadanya di setiap akhir rakaat salat, tidak peduli umatnya berada di belahan dunia manapun. Di Mekkah, Madinah, Baghdad, Islamabad, Kuala Lumpur, Jakarta, Seoul, Tokyo, Moskow, Roma, London, Washington, Buenos Arires, Santiago bahkan di kutub selatan dan utara selama ada umatnya mereka akan terus mengucapkan nama yang begitu mulia, sampai akhir zaman.

Akhirnya tiada kalimat yang saya lantunkan selain kerinduan padamu ya.. rosulullah…
Ya nabi.. salam ‘alaika
ya rosul salam ‘alaika
ya habib salam ‘alaika
solawattulloh ‘alaika

Kenzi Al-Khalid/Gugum Ariandi

Leave a comment »

*-*Islam Is My Way*-*

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (islam); sesuai fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Q.S Ar-Rum:30).

Kenzi Al-Khalid hanyalah sebuah nama pena dan ID di dunia maya dari seorang hamba Alloh yang mencoba berbagi rasa, berbagi cerita, asa dan cita, mencoba balajar menulis, melukis dan mengukir kata-kata kebenaran. Kebenaran yang terangkai dari huruf yang membentuk kata, kata membentuk kalimat, kalimat demi kalimat terhimpun menjadi tulisan yang mempunyai makna kebenaran. Kebenaran yang berasal dari islam sebagai jalan hidup.

Nama Kenzi Al-Khalid berasal dari dua tokoh pendekar pedang. Nama Kenzi diambil dari tokoh FIKSI komik & film kartun Jepang. Ia seorang jagoan samurai yang selalu menegakkan kebenaran, memberantas kejahatan dengan samurainya yang tajam. Sedangkan Al-Khalid adalah diambil nama dari seorang sahabat Rasulullah saw yaitu Khalid bin Walid. Sahabat Rosul saw yang diberi gelar Syaifullah (Pedang Allah). Ia juga salah seorang ksatria berkuda dan panglima perang yang tangguh yang pernah dimiliki oleh islam. Berkat kerjasama dengan para sahabat lain ia telah menundukkan kaum murtad, menaklukkan kepongahan Imperium Romawi & Persia. Sejarah Islam telah mencatat dengan tinta emas bagaimana khalid bersama para sahabat lain telah menjelajahi bumi Irak-Syria setapak demi setapak, sampai semuanya dipersembahkan ke haribaan islam.

Oleh karenanya, kedua nama yang dirasakan ‘keren’ itu diharapkan menjadi ikon untuk nama pena saya. Besar harapan semoga tulisan-tulisan yang saya tulis dapat menjadi tulisan yang mencerahkan, menghibur, menajamkan hati dan pikiran untuk lebih dekat kepada sang Maha pencipta Allah swt. Harapan terakhir, semoga Allah swt meridhoi jalan-jalan kita, meridhoi setiap langkah dan aktivitas kita, dan senantiasa menetapkan kita di jalan dakwah ini. Amin

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
(Lirik Izzis;Tekad)

Kenzi Al-Khalid
Wallahu A’lam

Leave a comment »

Kuliah dan Nge-Kost

Hmm… ngekost? Wah jadi anak kosan itu ‘sengsara membawa nikmat’. Sengsaranya pasti tau sendiri kalau lagi akhir bulan, kadang minjem sana minjem sini alias gali lobang tutup lobang. Namun di balik kesengsaraan itu kalau dihitung-hitung banyak enaknya juga, kita berasa bebas gitu, mau ngapain seenaknya juga kagak ada yang ngelarang. Mau mabok, judi, ngedrugs, pacaran, dll (Astaghfirullah… jangan ditiru, yah!!). But, anyway disitulah diuji keimanan kita, kita harus pinter-pinter manage diri kita. Kita harus meluruskan niat kita kembali, apa tugas kita, tujuan, peran dan fungsi kita. Mirip seorang manajer/pelatih bola yang dituntut harus membawa kemenangan demi kemenangan bagi tim yang diasuhnya.

Apabila kita bisa maintenance diri dan iman kita, maka insya Allah kita akan keluar sebagai seorang juara. Bayangin, Masya Allah… dunia kost itu ibaratnya surga ada di sebelah kanan dan neraka ada di sebelah kiri kita. Bila kita menghadap ke kanan maka akan berhadapan dengan surga yang anehnya dikelilingi dengan sesuatu yang membuat kita malas artinya godaannya akan banyak sekali. Sebaliknya, bila kita menghadap ke sebelah kiri maka kita berhadapan dengan neraka yang dikelilingi oleh keindahan-keindahan semu.

Ibaratnya kalo kita tidak memperkokoh benteng iman kita, maka ‘gawang’ iman kita suatu saat akan dijebol ‘striker-striker’ setan yang licin dan licik itu. Bayangkan, sudah mah ‘striker-strikernya’ licin dan handal, dicurangin wasit juga. Dan ternyata, suporternya adalah pendukung tim lawan semua artinya suporternya pendukung Thagut semua. Coba deh liat di TV, hampir selama 24 jam kita disuguhin tayangan-tayangan yang kalo tidak berbau sekuler, sadis, bahkan porno. Waduh… mau jadi apa generasi kita?. Ironisnya kalo program-program yang berbau islam seperti ceramah. Duh.. udah mah durasinya Cuma sebentar eh ditayanginnya bukan prime time malahan saat subuh. Jam segitu orang kalau tidak pergi menunaikan salat subuh paling juga lagi ngorok berselimutkan mimpi-mimpi. Grook… grookk..

Wah, kok jadi panjang lebar gini.. baik-baik kita kembali ke jalan yang benar. Jadi, agar kita tidak terjerumus hal yang sia-sia. So, hei guys & girls you better join organisasi-organisasi yang bisa meningkatkan iman dan skill kita. Seperti ikutan Lembaga Dakwah Kampus(LDK), KAMMI (maaf yak. bukannya promosi lho), ikutan forum lingkar pena (FLP), ikutan LiQo atau yang lainnya. Ikutan organisasi itu selain kita bisa meningkatkan iman kita, skill kita pun jadi terasah, selain itu kita jadi mengikat tali-tali silaturahmi dengan orang-orang soleh. Siapa tau bergaul dengan orang-orang soleh kita jadi terwarnai menjadi soleh juga. And who knows juga nantinya kita dapetin jodoh yang soleh juga. Amin… istilah ustadznya jodoh yang “Qurrota a’yuun (menyejukkan hati) Amin..

Tertarik khan ikutan organisasi-organisasi islam? Pokok’e banyak sekali manfaatnya dech.. Daripada kalo kita ‘gak ikutan apa-apa yang nantinya sia-sia hidup kita, belum lagi nantinya terbawa arus kesana-kemari yang akhirnya tergoda hal-hal yang dilarang agama. Hi… Na’udzubillah. Ingatlah setan senantiasa selalu menjerumuskan kita dengan cara apapun agar kita tunduk dan patuh padanya. Nantinya kita akan terpenjara dalam ruang sel ‘kemaksiatan’ tanpa pernah bisa keluar. Sekalinya bisa keluar penjara tersebut, jalan keluar menuju ‘tempat bercahaya’ akan kita lalui jalan penuh liku seperti lingkaran labirin-labirin. So, guys and girls. Waspada! Waspadalah!!

Kenzi Al-Khalid

Leave a comment »

The 1st posting

Well it’s my 1st posting. enjoy
Sebuah Renungan Bagi Orang yang Mau Berfikir
(Pelajaran dari Langit).

Tidak sedikit dari manusia yang tidak menyadari dan tidak mengerti bahwa fenomena-fenomena alam ini sebenarnya telah tercatat pada kitabullah Al-Qur’an. Hal ini Sangat mengherankan mengingat wahyu yang diturunkan ± 14 abad yang lalu tetapi memuat berbagai persoalan ilmiah yang baru diketahui manusia 600 tahun kemudian. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa Al-qur’an merupakan kebenaran wahyu Ilahi yang murni. Dan sebenarnya masih banyak rahasia-rahasia alam yang belum diketahui oleh para ilmuwan, ataupun para cendekiawan kontemporer.

Runtuhnya Paham Ateisme

Ateisme adalah paham yang mengajarkan pengingkaran terhadap Tuhan. Kaum ateis meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada dan beranggapan bahwa keberadaan jagat raya ini tanpa adanya permulaan. Pendapat ini dikemukakan pertama kali oleh seorang filosof Yunani Kuno, kemudian pendapat tersebut didukung oleh pemikir ateis moderen yaitu Emanuel Khan. Khan beranggapan bahwa jagat raya ini telah ada sejak dulu kala dan dia berkeyakinan bahwa jagat raya ini tidak memiliki permulaan dan tidak ada penciptaan. Paham ateis berkembang pada abad ke 19 yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh ateis lainnya seperti Karl Marx, Angel, Sigmund Freud dll. Yang kesemuanya berpijak pada teori Charles Darwin.

Darwin beranggapan bahwa di alam terdapat suatu mekanisme yang dapat menjadikan benda tak hidup menghasilkan berjuta spesies hidup di alam. Kaum ateis menolak adanya penciptaan alam semesta dan akan kekal selamanya serta tak memiliki permulaan. Mereka juga beranggapan bahwa tatanan keseimbangan jagat raya ada dengan sendirinya dan keberadaan jagat raya tanpa tujuan.

Namun seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan jaman teori-teori yang dikemukakan oleh kaum ateis itu runtuh yang ironisnya penelitian dilakukan oleh kalangan kaum ateis sendiri, pukulan itu terjadi di bidang kosmologi: penemuan fakta penciptaan.

Dalam sebuah buku yang berjudul God, The Evidence (The Reconciliation of faith and Reason in a postsecular World) tahun 1997 yang dikarang oleh Patrick Glynn ; seorang penulis Amerika ternama memaparkan ulasannya bahwa, “ Penelitian selama 20 tahun terakhir telah menjungkir balikkan semua asumsi dan pemikiran mendasar dari pemikir sekuler dan ateis modern generasi awal tentang ketuhanan… Selama 1 abad perdebatan seru antara ilmu pengetahuan dan agama keadaannya telah sama sekali berbalik, saat ini data yang mengarah kuat kepada hipotesis keberadaan Tuhan…”

Seperti kita ketahui bahwa ateisme berkeyakinan bahwa jagat raya tanpa permulaan. Namun teori ini dibantah oleh big bang theory (dentuman dahsyat). Kebenaran teori big bang ini didukung oleh serangkaian penemuan. Tahun 1929, Edwin Habel seorang astronom Amerika menemukan bahwa galaksi-galaksi di jagat raya ini saling menjauhi satu sama lain yang berarti bahwa jagat raya mengembang, jika arah perjalanan waktu pengembangan jagat raya ini dibalik mundur akan didapati bahwa keseluruhan jagat raya ini dahulunya adalah berasal dari titik tunggal. Para astronom sadar bahwa mereka mengalami permasalahan metafisika, dimana titik tunggal ini memiliki berat tak hingga dan volume nol. Materi dan waktu muncul melalui ledakan titik teramat kecil tersebut dengan kata lain jagat raya diciptakan dari ketiadaan.

Dengan kata lain yang lebih sederhana, sebelum terbentuknya alam semesta, semuanya adalah satu kesatuan dengan energi yang sangat luar biasa besar, kemudian, terjadilah peristiwa ledakan yang sangat besar (Big Bang Theory). Hal tersebut membuat alam terpecah belah dan terbagi-bagi menjadi bagian yang sangat banyak. Fenomena ledakan itu menjadi bagian-bagian kecil yang membentuk gugusan galaksi-galaksi seperti galaksi Bima Sakti, galaksi Andromeda, galaksi Meredian 348, galaksi Great Atracter, bumi, matahari, bintang-bintang, satelit dan langit. Sungguh, Allah menjadikan gugusan tersebut ke dalam sistem yang detil, membuat alam semesta mampu melangsungkan perjalanannya sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Teori itu diperkuat oleh penemuan pada tahun 1994, seorang ilmuwan asal Skotlandia, Mike Hopkins yang menegaskan teori ‘kesatuan alam semesta’. Padahal sebenarnya Allah telah mewahyukan kalam-Nya di dalam Al-qur’an ± 14 abad yang lalu. Di Dalam Al-qur’an Surat Al-Anbiya ayat 30. “ Dan apakah arang-arang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya? ”. Sungguh suatu keajaiban bagaimana Al-qur’an yang diturunkan sekitar belasan abad yang lalu namun pembuktian ilmiahnya baru muncul sekarang.

Pada tahun 1970-an para ilmuwan untuk pertama kali sadar bahwa keseimbangan fisika di jagat raya ini telah dibuat atau dibangun dengan ketelitian dan ketepatan yang luar biasa demi kelangsungan hidup manusia. Penelitian yang semakin mendalam bahwa hukum fisika, kimia, dan biologi di alam semesta atau gaya fundamentalis seperti gaya gravitasi dan elektromagnetisme pada atmosfer dan struktur unsur pembentuknya telah diciptakan dalam bentuk yang paling tepat bagi kehidupan manusia.

Mari kita pelajari beberapa contoh di bawah ini.

Terdapat keseimbangan yang amat peka pada kecepatan pengembangan awal jagat raya yakni pada saat awal ledakan big bang. Menurut perhitungan ilmuwan “ Jika kecepatan pengembangan jagat raya ini memiliki selisih lebih dari satu per milyar milyar (1/milyar milyar) dari angka yang sebenarnya maka jagat raya ini akan runtuh sebelum pernah mencapai ukurannya yang sekarang atau berhamburan ke segala penjuru tanpa pernah bergabung kembali dengan kata lain bahwa sejak awal terbentuknya jagat raya terdapat perhitungan maha rumit dengan tingkat ketelitian hingga 1/milyar milyar, ini sudah barang tentu bukan suatu kebetulan.

Gaya fisika seperti gravitasi dan elektromagnetisme semuanya berada pada kisaran angka yang tepat bagi terbentuknya suatu jagat raya yang tertata dan layak huni, bahkan perubahan terkecil pada gaya ini; misalnya perubahan 1/milyar milyar saja akan menjadikan jagat raya ini atau alam semesta ini tak lebih dari gumpalan awan radiasi atau hidrogen. Jika ini terjadi maka tata surya kita, planet dan bumi kita tidak akan pernah terbentuk. Berkenaan dengan seluk beluk di jagat raya maka tata surya kita sendiri telah diciptakan dalam keseimbangan yang paling rumit.

Ukuran matahari, panjang gelombang sinarnya dan jaraknya dari bumi semuanya berada pada kisaran jarak yang tepat guna menunjang kehidupan manusia, penyimpangan sekecil apapun dari angka ini akan menghancurkan kehidupan di bumi seketika.

Adapun matahari dapat diterangkan, bahwa letaknya 150 x 106 kilometer jauhnya dari bumi. Dan sinar yang berangkat dari matahri ke bumi memakan waktu selama 8 menit 20 detik baru sampai ke permukaan bumi. Garis tengah matahari sama dengan 1,4 juta kilometer dan luas permukaannya 4Õ x 700.000 km = 616 x 1010 km. dan para ahli fisika telah menghitung, bahwa energi yang dipancarkannya sama dengan 5,7 x 1027 kalori per menit dan mampu menyala selama 50 milyar tahun dengan suhu permukaan 60000 C dan 15 juta derajat celcius dalam intinya. AllahuAkbar! Itu baru matahari, satu pusat galaksi Bima Sakti, padahal masih terdapat banyak galaksi-galaksi lainnya yang belum diketahui.
Beragam contoh yang telah dipaparkan telah mengantarkan pada kesimpulan penting terdapat suatu prinsip Antropis di jagat raya sebagaimana para astronom paparkan, dengan kata lain setiap bagian terkecil di jagat raya telah sengaja dirancang dan diciptakan bagi keberlangsungan hidup manusia. Singkatnya gagasan tentang jagat raya muncul tanpa sengaja yang jadi pijakan kaum ateis telah runtuh sama sekali padahal dalam al-qur’an telah diungkap. “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir…” (Q.S Shaad, 38;27). Jadi kehidupan ini ada melalui perancangan design oleh Maha Cerdas. Allah SWT.

Pada paruh ke dua abad ke 20 terjadi penemuan-penemuan yang menakjubkan bagaimana kehidupan khususnya sel beserta organ sel komplek yang ada di dalamnya memiliki design komplek yang rumit dan canggih. Contohnya : mata kita yang tak mungkin tertandingi oleh kamera manapun, sayap burung yang mengilhami teknologi penerbangan, sistem koordinasi tubuh dari mahluk hidup maupun sel, informasi yang luar biasa yang dikandung DNA, semua ini contoh nyata keberadaan design Maha Cerdas, semua contoh ini menggugurkan teori evolusi yang menganggap kehidupan sebagai hasil kebetulan dan acak semata. Subhanallah!

Mengintip Alam Di Balik langit Biru

Pada tahun 1952 teleskop raksasa dioperasikan di dekat California, teleskop tersebut mampu melihat 640.000 kali mata manusia. Teropong ini mampu melihat nyala lilin di kejauhan yang jaraknya 150.000 kilometer. Dengan teropong ini, para sarjana dan cendekiawan sibuk mengadakan penelitian terhadap “alam di balik langit dan biru”.

Dengan teropong ini, mereka mampu melihat mahluk di balik langit yang jauhnya 2 milyar tahun cahaya. Dan dengan alat ini pula, dapat diperhitungkan jarak antara bumi dengan galaksi Andromeda, yaitu ± 1,5 juta tahun cahaya dan dengan teleskop raksasa ini diteliti bahwa seluruh galaksi (kumpulan bintang), seluruhnya berjalan menjauhi titik pusat dengan suatu kecepatan tertentu. Sehingga dapat dibayangkan seperti balon yang asalnya kecil, dan dengan ditiup terus-menerus makin berkembang menjadi besar.

Belakangan ini astronom telah menemukan galaksi raksasa Markarian Tiga Empat Delapan (348). Galaksi ini besarnya 13 kali galaksi Bima Sakti. Padahal besar Bima Sakti ± 12.350.000.000 milyar kilometer. Jika dibayangkan, maka jarak Sabang sampai Merauke 5000 Km, keliling bumi 40.000 km, jarak antara bumi – matahari ± 150 juta tahun sinar (satu detik = 300.000 km satu tahun sinar 366 (hari) x 24 (jam) x 60 (menit) x 60 (detik) x 300.000 km = 9.486.720.000.000 km x 300.000.000 = 284.601.600.000 milyar km. sehingga bila dikali 150 juta = ± 1.423.008.000 trilyun.

Allah berfirman : “Kun” (jadilah!) maka terwujudlah niat itu (Q.S. Al-Baqoroh : 116-117). “ Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan bermain-main” (Q.S. Ad-Dukhaan:38). “ Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya” (Q.S. Ar-Rum: 8)

Dalam firman-Nya Allah menyuruh manusia memperhatikan langit, ruang luas di atas bumi, Dia juga menyuruh kita merenungkan, bagaimana cara mendirikan bangunan langit, memperindah suasana alam, sehingga untuk sekian lamanya tidak rusak lihat Al-qur’an Surat Qaaf ayat 6.

Kembali pada teropong bintang di Mount Palomar California, dengan teleskop yang sangat besar itu para astronom memberi kesan bahwa tiap-tiap galaksi terus bergerak dengan kecepatan tertentu, dengan arah yang makin menjauhi titik pusat. Dengan kata lain, alam ini makin membesar seperti sebuah ruangan yang isinya saling berusaha untuk berpencar, sebagaimana ledakan bom, dimana bahan (materinya) hancur berkeping-keping memencar berserakan ke segala penjuru. Untuk sementara, tepi alam yang dapat dijangkau oleh teleskop, dan kapan tepi tersebut dapat dijangkau? Apa saja yang ada di balik langit, berapa jumlahnya, dan seberapa besarnya?, Baru galaksi Markarian 348 saja volume garisnya = 13 kali besarnya galaksi Bima Sakti yang berisi 100 milyar bintang, dimana salah satunya bumi yang kelilingnya hanya 40.000 km. Allahu Akbar! Allah Maha Besar!

Bila bumi yang mampu menampung bermilyar manusia dan penghuni lainnya tak lebih dari sekedar 1 titik kecil diantara sejumlah bilangan pasir yang ada di sisi lautan, lantas di manakah letaknya diri kita? Dimana itu manusia yang selalu sombong dan angkuh, dimana itu manusia yang selalu merasa paling besar, paling gagah, paling berkuasa padahal sesungguhnya kita hanyalah mahluk yang lemah tak berdaya? Kenapa kita selalu merasa hebat, padahal di luar hak kepemilikan Allah SWT atas kita, rasa ketergantungan kita kepada alam sangatlah besar?

****

Dari berbagai uraian yang telah dipaparkan di atas mudah-mudahan dapat mencerahkan hati bagi siapa saja yang membacanya khususnya bagi penulis sendiri. Semoga tulisan ini menjadi penawar hati yang gelisah, obat mujarab bagi penyakit hati, penyiram bagi nafsu yang tidak pernah puas terhadap dunia yang fana. Afwan, bila ada kesalahan dalam redaksional karena pada dasarnya manusia tidak terlepas dari kesalahan.
Hamba mohon ampun pada Allah yang tidak pernah bisa lepas dari nafsu dan dosa..
Wallahu a’lam bishawab

Kenzi Al-Khalid
(Disarikan dari berbagai sumber)
Sampai jumpa di tulisan-tulisan selanjutnya

Wassalam

*****
Ó Copyright 2006

Comments (2) »